Desa Candirejo

Februari 24, 2017

Menurut cerita turun temurun, nama Candirejo awalnya berasal dari kata Candighra yang seiring dengan waktu berubah menjadi Candirga, lalu Candirja dan terakhir Candirejo

Desa Candirejo ditetapkan sebagai “DESA WISATA” dengan pertimbangan bahwa desa ini memiliki sumber daya alam serta potensi pariwisata. Desa Candirejo, berlokasi sekitar 3 km ke arah tenggara Candi Borobudur, atau kira-kira 1 jam perjalanan berkendara dari Kota Yogyakarta, terdapat sebuah desa wisata yang bernama Candirejo. Desa ini memiliki luas sekitar 3 kilometer persegi dan dihuni oleh 4.056 penduduk yang tersebar di 14 (empat belas) dusun.

Lokasi desa ini terletak pada bentang alam yang merupakan gabungan antara dataran rendah dan kaki pegunungan yang tererosi, sehingga banyak dijumpai keunikan geologi seperti adanya mata air asin serta bongkahan bebatuan sisa gunung api (Watu Kendil, Watu Tambak, Watu Ambeng, dan lainnya). Secara geologis, wilayah Desa Candirejo berupa daerah berbukit yang termasuk ke dalam kawasan Pegunungan Menoreh, yang merupakan bekas gunung api tua.

Menurut cerita turun temurun, nama Candirejo awalnya berasal dari kata Candighra yang seiring dengan waktu berubah menjadi Candirga, lalu Candirja dan terakhir Candirejo. Kata Candi sendiri berarti batu, sedangkan Rejo berarti subur, sehingga Candirejo dapat berarti desa berbatu yang subur. Cerita lain menyebutkan nama Candirejo berasal dari ditemukannya sebuah candi di tempat ini. Berdasarkan penemuan berupa batu candi, arca dan yoni, membuktikan bahwa memang pernah ada sebuah candi di desa ini, yang oleh penduduk sekitar disebut Candi Brangkal.

Salah satu kegiatan yang mencerminkan Desa Candirejo adalah kegiatan Saparan Perti Desa yaitu suatu tradisi yang mengambarkan betapa dekatnya hubungan antara manusia dan Tuhan yang ditujukan dengan lambang atau simbol dalam wujud makanan (sedekah) dan menggelar pementasan Wayang (Nanggap Wayang), arak-arakan tumpeng (Ngalap Berkah) sebagi puncak dari prosesi ritual saparan, sesuatu yang terbentuk sebagai hasil cipta rasa dan karsa masyarakat Desa Candirejo yang dilandasi oleh kesadaran untuk menjaga keserasian antara ketiga komponen tersebut.

Atraksi Terkait

NENEKO, Nenggo-Nenggo Buko

NENEKO (Nenggo-Nenggo Buko) Di bulan Puasa kali ini ada yang spesial dari Prambanan resto nihh.. Sambil menunggu waktu Buka Puasa bersama teman-teman dan keluarga ditemani oleh keindahan Candi […]

Sendratari Ramayana

Sebuah pertunjukan seni dan budaya yang mengagumkan. Sendratari Ramayana mengajak pengunjung menikmati cerita dalam alunan tari khas Jawa yang diiringi musik gamelan. Pengunjung akan menyaksikan Visualisasi mengagumkan dari […]

Candi Ijo

Candi yang terletak paling tinggi di antara candi-candi lainnya di daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Ijo berada di bukit Baturagung yang memiliki candi utama dengan 16 Candi Pewaras. Candi-candi […]