TWC Perkuat Konten Edukasi Candi Borobudur Selenggarakan Pelatihan Storytelling Tema Kemaritiman

September 23, 2021 / Artikel, Berita

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) atau TWC saat ini konsisten terhadap pengembangan Pariwisata Berkualitas (Quality Tourism). Salahsatu hal yang menjadi perhatian khusus adalah perihal Konten Edukasi saat wisatawan berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur.

“Kita berproses mengubah paradigma, bergeser dari Mass Tourism menuju Quality Tourism. Selama ini, beberapa wisatawan ke Candi Borobudur hanya untuk berkunjung. Sementara, Candi Borobudur ini sangat kaya akan ilmu pengetahuan, ajaran tentang moral, kebaikan, dsb, yang sayang jika tidak disampaikan kepada para wisatawan”, kata Pujo Suwarno, Marketing & Sales Vice President TWC.

            Candi Borobudur sebagai salahsatu Destinasi Pariwisata Super Prioritas, harus memiliki kesiapan matang dalam menyambut kedatangan para wisatawan. TWC selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur, mempersiapkan petugas dengan memberikan bekal pengetahuan dan wawasan terkait cerita relief Candi Borobudur melalui pelatihan Storytelling. Pelatihan ini diikuti oleh karyawan-karyawati TWC, dengan menghadirkan narasumber Eyang Bambang Eka Prasetya, seorang Sastrawan Budayawan Seni Membaca Relief.

“Melalui Pelatihan Storytelling ini, besar harapan rekan-rekan para petugas ini mendapat tambahan wawasan baru tentang cerita relief Candi Borobudur. Yang nantinya dapat dijadikan bekal saat memberikan layanan kepada para tamu. Rekan-rekan ini akan berperan sebagai Storyteller, yang menceritakan ragam kisah relief Candi Borobudur”, tambah Pujo Suwarno.

            Selain persiapan dari sisi petugas, TWC rupanya juga tengah mempersiapkan sebuah Travel Pattern, berbasis edukasi dan ekonomi kerakyatan menuju Pariwisata Berkualitas (Quality Tourism) dan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainability Tourism).

“TWC bersama-sama dengan Balai Konservasi Borobudur dan Pemda Kabupaten Magelang, bersinergi dan berkolaborasi mempersiapkan Borobudur Travel Pattern, sebuah pola perjalanan tematik yang mengacu pada relief di zona 1, aktivitas di zona 2 dan experience di zona 3. Sehingga wisatawan dapat tersebar ke kawasan dan mendapatkan pengalaman kunjungan yang berbeda, serta teredukasi dengan baik mengenai OUV Candi Borobudur”, lanjut Pujo Suwarno.

            Pelatihan Storytelling yang diselenggarakan pada 23 September 2021, bertepatan dengan Hari Maritim Nasional. Borobudur Travel Pattern mengambil beberapa tema dari relief Candi Borobudur, salahsatunya tema Kemaritiman. Untuk kesempatan awal ini, tema yang dipelajari adalah Tema Kemaritiman.

“Pelatihan dan penguatan konten edukasi Candi Borobudur ini akan terus dilakukan secara berkala. Pada kesempatan ini para peserta belajar tentang tema Kemaritiman. Sebagaimana pada dinding Candi Borobudur terpahat beberapa relief Kapal yang dapat dipelajari. Kemudian di zona 2 (area Taman Wisata Candi Borobudur) terdapat Museum Kapal Samudraraksa. Serta di zona 3 (kawasan desa sekitar), wisatawan dapat wisata kuliner ikan dan membatik dengan motif Kapal”, kata Pujo Suwarno.

            Dariyat, salah seorang peserta mengaku senang dapat mengikuti Pelatihan Storytelling ini.

“Merupakan satu kehormatan bagi saya dapat mengikuti pelatihan ini. Sungguh kesempatan yang luar biasa. Saya menjadi semakin paham dan memperkaya khasanah wawasan mengenai kisah-kisah relief Candi Borobudur. Semoga kedepan ilmu pengetahuan ini dapat kami sampaikan kepada para wisatawan yang berkunjung”, kata Dariyat.

Berita Terkait

Taman Wisata Candi Peduli PPKM

Taman Wisata Candi peduli PPKM melalui perubahan kebijakan kunjungan Mulai tanggal 29 Juni 2021, Taman Wisata Candi Borobudur ditutup. Periode 30 Juni – 5 Juli 2021, Taman Wisata […]

Borobudur Cultural Feast 2016

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko dan Sinergi BUMN mempersembahkan Borobudur Cultural Feast 2016Gotong Royong Pitutur AgungGuyub Rukun Gemah Ripah Loh JinawiJayaning Nusantara Amargo Laku […]

Pasukan Keraton Yogyakarta

Kesultanan Yogyakarta terbentuk dari perpecahan Kesultanan Mataram ketika dua pangeran memperebutkan pengaruh Belanda. Salah satu pangeran yang berusaha menjadi Sultan pertama Yogyakarta membentuk pasukan yang hingga saat ini […]