Pelatihan Food Safety, Rangkaian Pelaksanaan Program CHSE di Lingkungan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Menuju Kebangkitan Kembali Dunia Pariwisata

Oktober 14, 2021 / Artikel, Berita

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) senantiasa berkomitmen untuk terus menerapkan protokol kesehatan dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) di setiap destinasi serta unit bisnis yang dikelola, guna mewujudkan Pariwisata Berkualitas (Quality Tourism). Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE, baik dari sisi produk maupun layanan. Hasil dari konsistensi TWC tersebut, maka seluruh destinasi dan unit bisnis yang dikelola sudah mendapatkan sertifikasi CHSE dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Destinasi dan unit bisnis TWC yang sudah menerima sertifikasi CHSE (CHSE Certified) yaitu Taman Wisata Candi Borobudur, Resto Manohara, Taman Wisata Candi Prambanan, Unit Teater Pentas, Rama Shinta Garden Resto, Taman Wisata Ratu Boko, Andrawina Resto dan The Manohara Hotel Yogyakarta.

       Dalam rangka meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia sekaligus melaksanakan rangkaian kegiatan program CHSE, maka PT TWC menyelenggarakan Pelatihan  Food Safety bagi karyawan-karyawati TWC di bidang kuliner dan pengelolaan restoran. Bekerjasama dengan Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia dan i-Clean, PT TWC menyelenggarakan Pelatihan Food Safety pada 23 – 24 Agustus 2021, di Manohara Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan melaksanakan anjuran pemerintah untuk menghindari kerumunan, maka Pelatihan Food Safety dilaksanakan dengan peserta offline secara terbatas, selebihnya dilakukan melalui online daring.

Marketing & Service Director PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero), Hetty Herawati mengatakan bahwa seluruh insan pariwisata sedang menunggu momentum kebangkitan kembali dunia pariwisata, salahsatunya TWC.

“Selain produk, hal lain yang kami persiapkan adalah terus memperbaiki protokol kesehatan. Karena protokol kesehatan ini adalah kunci, esensial yang sangat dasar sekali untuk bisa mempercepat pemulihan pariwisata. Pariwisata ini merupakan sektor yang paling banyak stakeholdernya, paling banyak elemen-elemen masyarakat yang terlibat.  Kondisi Pandemi ini jangan kemudian menghentikan semua kegiatan ekonomi kita, namun situasi ini harus kita manage sebaik mungkin. Salahsatunya, kami TWC menyelenggarakan pelatihan ini, bersama dengan Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia dan i-Clean, yang paham betul mengenai Food Safety. Food Safety ini merupakan bagian dari protokol kesehatan yang akan kami sempurnakan. Pelatihan ini sangat penting untuk kami, sebagai moment untuk merefresh Food Safety yang benar itu seperti apa. Protokol kesehatan penting untuk diterapkan, karena hal ini dapat meyakinkan masyarakat dan membangun trust, bahwa perusahaan kami selalu memiliki improvement menuju perbaikan, sehingga destinasi kami ini benar-benar siap menerima kunjungan wisatawan dan masa kebangkitan kembali pariwisata. Harapan kami, destinasi yang kami kelola ini dapat memberikan yang terbaik, dan menjadi pionir percontohan bagaimana standard implementasi Food Safety dan protokol kesehatan dapat diterapkan dengan baik.

Food Safety sebagai salahsatu faktor yang tidak bisa dipisahkan dari CHSE. Bahkan menjadi suatu keharusan yang harus diterapkan oleh para pelaku wisata dalam memberikan pelayanan kepada tamu. Bagaimana keamanan dan kesehatan makanan yang disajikan itu dapat memenuhi standard yang ada. Pada pelatihan ini, para peserta diberikan pengetahuan tentang seluk beluk Food Safety, ada interaksi positif antara pemateri dan para peserta, sehingga peserta mendapatkan pembelajaran dan pencerahan yang dapat membantu dalam implementasi tugas sehari-hari dalam memberikan pelayanan maksimal terhadap tamu. Pelatihan Food Safety ini tidak hanya berakhir didalam kelas, tetapi juga dapat berlanjut di lapangan, implementatif dalam pelayanan dan produk untuk standardisasi yang lebih baik.

Lebih lanjut, Hetty Herawati mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia dan i-Clean, atas kerjasama baiknya untuk penyelenggaraan kegiatan ini. President ACP Indonesia, Rafael Triloko Basanto menyampaikan bahwa merupakan sebuah kehormatan ACP Indonesia dapat bekerjasama dengan TWC atas penyelenggaraan Pelatihan Food Safety ini.

“Terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk dapat berbagi pengetahuan mengenai Food Safety kepada rekan-rekan di TWC, yang nantinya bisa dijadikan dasar-dasar edukasi dan pelayanan yang baik. Yang pada dasarnya adalah, kita berusaha untuk membiasakan kebiasaan yang baik terkait Food Hygiene dan Food Safety. Pada kesempatan ini, kita berusaha merefresh dan mengingat kembali. Pelatihan seperti ini sebaiknya memang dilakukan secara periodik dan berulang, agar kebiasaan-kebiasaan baik itu dapat diterapkan dalam operasional sehari-hari”, kata Rafael Triloko Basanto.

Pelatihan Food Safety ini memberikan manfaat bagi peserta, seperti yang diungkapkan salah satu peserta pelatihan, Stevy Yola.

“Pelatihan Food Safety ini sangat bagus, karena dapat menambah pengetahuan dan wawasan pelaku pariwisata khususnya bagi sektor yang bergerak di bidang Food and Beverages service. Sehingga nantinya kami bisa langsung mengaplikasikan di unit masing-masing, agar kualitas keamanan makanan yang kami hidangkan lebih terjaga baik”, kata Stevy Yola.

Berita Terkait

Komunitas Mobil Mini Cooper Berwisata ke Candi Prambanan

Penggemar mobil Mini Cooper yang tergabung dalam Coopret Registry menggelar touring menuju Candi Prambanan pada tanggal 19 Oktober 2017. Rombongan 13 unit Mini Cooper bertajuk “Charity Miniland Touring” […]

Penutupan Sementara Taman Wisata Candi Borobudur, 6-7 Februari 2021

  Baca juga mengenai SE GUB Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada PPKM Tahap II Jateng

Restorasi Prambanan Pasca Gempa Jogja 2006

Pada tanggal 27 Mei 2006, pukul 05.55, Yogyakarta dan beberapa wilayah Klaten (Jawa Tengah) mengalami gempa bumi yang sangat dahsyat dengan skala 5,9 skala Richter sekitar satu menit. […]