Puncak Perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 di Candi Borobudur

Mei 31, 2018 / Berita

Pada selasa malam (29/05) berlangsung Puncak Perayaan Waisak di Candi Borobudur. Perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018, diawali dengan bakti sosial pengobatan gratis yang berlangsung selama dua hari, 25-26 Mei 2018 di Taman Lumbini, kompleks Taman Wisata Candi Borobudur. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyemayaman api abadi (27/5/2018), pindapata (28/5/2018) dan penyemayaman air suci (28/5/2018) di Candi Mendut. Prosesi kirab menuju Candi Borobudur berlangsung Selasa (29/5/2018) siang. Dilanjutkan detik-detik Waisak Selasa malam pukul 21.19.13 WIB. Puncak perayaan Waisak ditutup dengan pelepasan lampion oleh umat Buddha dan masyarakat.

Peringatan Tri Suci Waisak 2562BE/2018 mengambil tema “Transformasi Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni” dan sub tema “Marilah Kita Bersama-sama Berjuang Mengalahkan Sang Ego”. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengatakan ” Waisak mengingatkan kita tentang pentingnya memberi kebajikan dan melakukan perbuatan baik dimana semua praktek itu dibutuhkan didunia saat ini. Untuk itu setiap memperingati hari – hari besar agama, hal yang sangat penting untuk ditumbuh-kembangkan adalah bagaimana setiap umat beragama dapat benar – benar mengerti akan makna dan tujuan hari besar itu terlebih dalam kaitannya dalam pengembangan akhlak mulia. ”

“Hal ini perlu dikemukakan untuk dapat dihayati sebaik – baiknya mengingat ajaran agama itu bertitik tolak dari kesadaran bagaimana manusia dapat menerapkan prinsip – prinsip kebajikan dalam kehidupan sehari – hari.Marilah kita dekatkan peranan agama dalam kehidupan bangsa Indonesia. Setiap agama mengajarkan nilai – nilai luhur kebajikan, keutamaan, kesempurnaan dan kedamaian. Dengan dasar itu maka upaya untuk membangun karakter bangsa yang beragama merupakan bentuk nyata yang positif dalam menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis. Saya ingin menegaskan pentingnya moderasi dalam beragama. Kita harus semakin meneguhkan moderasi agama. Moderasi agama berarti agama tidak boleh dibawa kedalam pemahaman dan bentuk pengamalan yang ekstrem.” tambah Lukman Hakim Saifuddin.

Ketua Umum Walubi Hartati Murdaya mengatakan, ” Setelah kita bersama – sama saling hening menyambut detik – detik Waisak, saya ingin mengajak semuanya, ini adalah detik hari ini kita berjuang untuk dapat menemukan diri kita yang sejati yaitu Buddha Nature, sifat alami Buddha yang tanpa batas. Karena selama ini kita terlalu dibelenggu oleh hawa nafsu.” Hartati Murdaya juga mengajak umat untuk berjuang dalam mengalahkan Sang Ego.

Hari Trisuci Waisak sendiri merupakan peringatan tiga peristiwa penting dalam ajaran Buddha. Yakni kelahiran Sidharta Gautama, Sang Buddha mencapai penerangan sempurna, dan wafat Buddha Gautama.

Sumber: TWC Media

#Vesak #Waisak #Buddhist

Berita Terkait

Prambanan Jazz 2019

Perpaduan konser musik dengan keindahan mahakarya Candi Prambanan akan kembali lagi tahun ini. ⠀ Prambanan Jazz Festival #5 | 2019 akan menampilkan banyak musisi nasional bahkan internasional yang […]

Borobudur Nite 2016

Borobudur Nite 2016 – Perayaan Tahun Baru di Candi Borobudur 31 Desember 2016 Mulai dari 18.30 – 00.30 Ribuan lampion akan terbang menghiasi Candi Borobudur untuk menyambut perayaan […]

Borobudur Sebagai Sumber Inspirasi Kemanusiaan dan Peradaban

Konferensi Internasional Borobudur ke-3 (3rd Borobudur International Conference) kembali digelar di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (4/5/2018). Sejumlah tokoh agama, lembaga, dan masyarakat […]