TWC Perkuat Konten Edukasi Menuju Quality Tourism, Nilai Sejarah Relief Pohon Bodhi Candi Borobudur Sebagai Sumber Inspirasi

Oktober 14, 2021 / Artikel, Berita

Candi Borobudur merupakan salah satu bentuk pelajaran untuk mencapai kesempurnaan, sebuah buku pendidikan yang terbuka tentang nilai-nilai kesempurnaan yang universal. Disebut sebagai salah satu “Centre for Excellence” di Indonesia, maka Candi Borobudur harus terus dikembangkan, menjadi ilham inspirasi penciptaan karya-karya terbaik anak bangsa.

       Keberadaan Candi Borobudur tidak hanya untuk dikagumi keindahannya, namun juga harus dipertahankan fungsinya sebagai sumber inspirasi. Sebagai sebuah daya tarik wisata, unsur pendidikan menjadi nilai utama yang harus disampaikan kepada pengunjung, sehingga mendapatkan pengalaman berwisata yang jauh lebih bernilai. Salah satu nilai pendidikan yang dapat dipelajari dari relief Candi Borobudur adalah Pohon Bodhi atau Ficus Religiosa. Dimana ketika Pangeran Sidharta bertapa di bawah Pohon Bodhi ini, beliau mendapatkan pencerahan.

       Saat berwisata ke Candi Borobudur, pengunjung juga dapat melihat dan mengamati secara langsung Pohon Bodhi, yang tersebar di beberapa titik lokasi di dalam area Taman Wisata Candi Borobudur.

“Ini menjadi sesuatu yang menarik, pengunjung bisa mengamati secara langsung Pohon Bodhi, sekaligus mendapatkan nilai edukasinya”, kata Pujo Suwarno, Marketing & Sales VP, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero).

       Selain sebagai pusat studi, keberadaan Candi Borobudur mampu menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, salahsatunya Easting Medi, seorang Pelukis asal Borobudur. Easting Medi terinspirasi menjadikan daun Bodhi sebagai tema berbagai lukisannya.

“Sejak kecil saya sudah sering ke Candi Borobudur bersama teman-teman. Saya suka mengamati relief-relief, relung, stupa, dsb. Suatu ketika saya duduk beristirahat dibawah pohon rindang, sejuk dan tenang, yang ternyata itu adalah Pohon Bodhi. Beranjak dewasa, saya mulai melukis dengan tema Buddha dan Daun Bodhi, yang selalu mengingatkan saya akan memori di waktu kecil. Romantika anak-anak yang sangat menyenangkan dan membahagiakan, saat saya duduk dibawah Pohon Bodhi sambil menikmati kemegahan Candi Borobudur”, kata Easting Medi, Pelukis asal Borobudur.

Lebih lanjut Easting Medi mengungkapkan keunikan dari Daun Bodhi ini, sehingga menjadi sumber inspirasi karya lukisannya.

“Daun Bodhi itu unik. Bentuk daunnya yang bulat, terus ada ekornya, uratnya yang jelas. Kemudian warna daun mudanya ada, dari warna merah tua, kemudian hijau warna tuanya, daun yang berguguran warna kuning atau oranye”, tambah Easting Medi.

       Melihat lukisan Easting Medi tersebut, nyatanya relief Candi Borobudur mampu memberikan inspirasi untuk berkarya.

“Jadi dapat ditarik semacam benang merah, bahwa ada korelasi antara nilai edukasi relief Pohon Bodhi Candi Borobudur, kemudian wujud nyata dari Pohon Bodhi itu sendiri, hingga hasil karya yang terinspirasi dari relief Pohon Bodhi Candi Borobudur. Besar harapan kita bersama, selain sebagai pusat studi, Candi Borobudur ini terus menjadi sumber inspirasi, baik dibidang religi, seni, sejarah, ilmu, kehidupan masyarakat, dan bidang lainnya”, kata Pujo Suwarno.

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) atau TWC terus berkomitmen untuk meningkatkan Quality Tourism, salahsatunya dengan memperkuat nilai edukasi yang dapat diakses para pengunjung. Mengingat saat ini masih dalam kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan destinasi Candi Borobudur belum dapat dikunjungi secara langsung, masyarakat dapat mengakses video-video edukasi Borobudur Content Series melalui Social Media TWC.

“Dalam memberikan konten edukasi ini, kami berkolaborasi dengan para pelaku wisata dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan Borobudur. Secara berkelanjutan, kami akan terus memberikan nilai-nilai edukasi secara berkala kepada masyarakat, melalui media-media, salahsatunya Social Media. Sehingga besar harapan, upaya kami ini dapat mendukung Sustainability Tourism menuju Quality Tourism”, kata Pujo Suwarno.

Berita Terkait

Ribuan Pelari Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2018 di Candi Prambanan

Sebanyak 8.000 pelari mengikuti Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2018. Selain pelari nasional, juga ada pelari dari 22 negara yang ikut acara olahraga ini di kawasan Candi Prambanan, Minggu […]

Komposer Dunia Yanni Bakal Konser di Candi Prambanan

Satu lagi pagelaran musik skala international bakal tersaji di Indonesia, tepatnya di Candi Prambanan, Yogyakarta. Ya, pada tanggal 20 Oktober mendatang, komposer dan musisi legenda asal Yunani, Giannis […]

Wisata Edukasi Gajah di Candi Borobudur

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) senantiasa berkomitmen untuk mewujudkan Pariwisata Berkualitas (Quality Tourism). Salahsatu upaya yang dilakukan yaitu dengan membuat Paket Memberi Makan […]