Prasasti Abhayagiri

November 07, 2017 / Artikel

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang situs Ratu Boko, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai relik yang ditemukan di sana. Sisa-sisa mungkin berupa batu, reruntuhan, bangunan, dan juga prasasti yang terletak di situs ini. Satu petunjuk untuk mencoba lebih memahami tentang situs ini adalah melalui Prasasti Abhayagiri.
Orang Eropa yang pertama kali mengunjungi lokasi Ratu Boko mencatat adanya prasasti di sekitar istana. Batu tersebut sekarang dikenal dengan Ratu Boko I (Abhayagiri Monastery Prasasti). Selain itu, ada dua potongan lagi yang ditemukan pada tahun 1886 dan fragmen kecil lainnya ditemukan sekitar tahun 1915 di dekat pintu masuk kompleks. Prasasti ini mencatat bahwa pendirian vihara ini didedikasikan untuk Bodhisattva, yang mungkin adalah Avalokitervara atau Manjusri.

Fragmen terbesar prasasti tersebut ditemukan di ujung utara tangga batu di sebelah timur vihara pada tahun 1954. Prasasti tersebut bertuliskan 793 tahun dan merayakan berdirinya sebuah biara di kerajaan Raja Samaratungga. Menurut De Casparis, arkeolog dari Belanda, bagian penting prasasti dapat diterjemahkan ke dalam, “Prasasti Abhayagiri di sini tentang pertapa Sinhala, Dilatih mengatakan yang terbaik dari Jinas, telah dibuat.”
De Casparis juga mengatakan bahwa:
“Dengan fakta bahwa pendirian ini adalah Biara Abhayagiri yang kedua: lebih tepatnya replika Biara Ceylonese atau lebih tepatnya bangunan yang cukup memiliki kesamaan dengan itu, dalam semangat atau keduanya, layak untuk dimiliki. Nama yang sama. ”
Dengan ditemukannya prasasti ini, arkeolog mendapat satu petunjuk lagi untuk membaca misteri yang ada di situs Ratu Boko. Mungkin saja penemuan prasasti ini sampai ke titik terang dari apa situs Ratu Boko, tapi juga bisa menimbulkan perdebatan lebih jauh mengenai hal itu.
Berdasarkan informasi ini, teori bahwa situs Ratu Boko adalah benteng bisa diperdebatkan. Situs ini bukan tempat suci, melainkan tempat kegiatan spiritual dan religius. Dengan informasi yang ada dari prasasti Abhayagiri, lokasi Ratu Boko bisa jadi sebuah biara yang dibuat untuk kegiatan keagamaan umat Budha saat itu.

Artikel Terkait

Andrawina Barbekyu, Menikmati Sunset Diatas Panorama Jogja Sambil Wisata Kuliner Barbeque

Keindahan panorama alam Jogja dari ketinggian pada waktu senja, dapat dinikmati di Andrawina Resto Ratu Boko. Pengunjung dapat menikmati pesona matahari terbenam (Sunset), sambil menikmati sajian kuliner Barbeque […]

Borobudur Sore, Menikmati Candi Borobudur di Waktu Senja

Pada masa Pandemi Covid -19 seperti sekarang, banyak dilakukan penyesuaian pada beberapa destinasi pariwisata, salah satunya di Taman Wisata Candi Borobudur. Kebijakan pembatasan kunjungan dengan tujuan penerapan Protokol […]

TWC Perkuat Konten Edukasi Candi Borobudur Selenggarakan Pelatihan Storytelling Tema Kemaritiman

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) atau TWC saat ini konsisten terhadap pengembangan Pariwisata Berkualitas (Quality Tourism). Salahsatu hal yang menjadi perhatian khusus adalah […]